The Monkeys From Ubud’s Sacred Monkey Forest Sanctuary

Kembali lagi di perjalanan menjelajahi daerah wisata Ubud. Kayaknya kalo nggak ke tempat yang satu ini nggak bakal lengkap perjalanan edisi Ubud ini. Ubud Monkey Forest a.k.a Hutan Monyet Ubud. Kamu bisa ajak keluarga dari mulai anak-anak hingga dewasa kesini untuk liat monyet yang age rangenya juga tersebar dari muda hingga tua. Kadang sebenarnya gue juga berpikir, apakah monyet-monyet disini melihat kita-kita manusia yang dateng ini sebagai tontonan juga atau nggak.

Ini hari kedua gue di Ubud, dan rasanya gue masih belum cukup bertemu ‘monyet-monyet’ di kehidupan sehari=hari. Gue ingin bertemu monyet sungguhan. Nyokap semacam tepar abis dari Campuhan Ridge kemaren, jadi hanya berdua antara gue sama bokap doang yang cus ke Ubud Monkey Forest ini. Eh, nggak deh, bertiga. Bersama sopir sewa mobil dari Nemob yang super ramah ini.

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Seperti yang gue nyatakan sebelumnya, gue lebih suka ngeliat hewan yang nggak dikurung dalam kendang. Jadi, Ubud Monkey Forest ini salah satu destinasi yang safe dan can’t hurt my idealism. Untuk yang takut atau trauma sama topeng monyet yang suka keliling komplek, mendingan nggak usah dateng kesini. Kecuali lo emang pengen meninggalkan phobia monyet lo itu. Soalnya dari pintu masuk pun monyet udah berserakan dimana-mana. Lalu pengunjung pun udah mulai di-approach sama staffnya untuk ditawarkan beli pisang seharga Rp 50.000. I said, “Why not, tho?”.

Selagi gue bertransaksi untuk beli pisang tersebut, gue pun menyadari bahwa monyet-monyet disini kok gemuk-gemuk dan sehat ya. Bahkan mereka lebih gemuk dari monyet biasanya. Kayaknya emang tempat wisata ini laku banget sampe bisa meraup banyak pengunjung hingga monyetnya pun sejahtera. Gue pun berpikir apakah sebaiknya kebun binatang pada umumnya diganti konsepnya seperti Ubud Monkey Forest ini? Pengunjungnya yang ngasih makan dan nggak usah dibatesin waktunya?

That’s random, so let’s continue.

Titelnya aja Ubud Monkey Forest, ya pasti scenerynya berupa Kawasan hutan. Pohon raksasa dimana-mana, atmosfirnya sejuk, sepi, nenangin, baunya kayak alam bebas (If you don’t understand my phrase here, I can’t even explain it as well). Nengok kanan ada monyet, kiri ada monyet, depan monyet, belakang… ada bokap gue lol.
Banyak yang sudah berdalil bahwa kita harus berhati-hati dengan barang bawaan kita di sepanjang Kawasan Ubud Monkey Forest ini, karena bisa-bisa barang kita diambil sama monyet-monyet iseng ini. Dan… gak bisa kembali lagi. Secara official pun pihak pengelola membuat papan larangan dan peringatan untuk pengunjung agar tetap selamat.

– Do not panic

Peraturan mendasar sih ini. Monyet-monyet tersebut akan hiperaktif kek sirkus, loncat, mendesis, teriak-teriak ada juga yang tipe iseng mencuri apapun yang lo bawa. Ya udah lah, Namanya juga monyet. Nah itulah kenapa gue peringatkan dari awal orang-orang yang takut monyet agar gak dateng ke tempat ini.

– Do not hide any food

Nggak Cuma pisang yang sudah lo beli dan persiapkan, tapi makanan ringan yang biasa lo bawa buat piknik seperti crackers, biscuit, atau roti bisa jadi incaran monyet-monyet ini. (Lagi-lagi gue menjadi paham kenapa monyet-monyet ini overweight). So, relakan aja udah semua makanan yang kalian bawa unutk monyet-monyet ini

– Do not bring any kind of plastic/paper bag

Wah ini sih kudu dan mesti banget dilakukan untuk menjaga lingkungan. Selain untuk mengurangi sampah, monyet-monyet tersebut juga akan secara tidak sengaja memakan plastic atau peper bag kalian, dan itu sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup si monyet.

– Take care of your valuable things/stuff

Udah dijelasin sebelumnya

– Do not ever touch, grab or disturb the monkeys

Mereka para monyet memang seringkali akan berinteraksi sampai berkontak fisik dengan kita, tapi jangan sekali-kali kita menyentuh mereka lebih dulu, karena reaksi mereka bakal gak terduga, dan mungkin bisa berbahaya. Ibaratnya lo lagi dateng ke rumah orang, ya lo mesti sopan sama yang punya rumah, walaupun tuan rumahnya juga suka ngisengin lo.

– Forbidden to feed monkeys by peanut

Ini sih gue baru tau. Gue baru tau kalo ternyata ngasih makan kacang ke monyet bakal berbahaya bagi kesehatannya. Mungkin mereka akan kolesterol?

– Take care of the children

Ya, untuk para orang tua yang membawa anak kecil. Diberitau juga anak-anaknya untuk tidak melakukan hal-hal diatas. Jangan biarkan anak-anak yang kalian bawa berkeliaran sendirian. Kalo jatoh sih masih mending, gimana kalo anak kalian diculik sama pasukan monyet?

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Orang lagi diem nggak heboh aja diracau sama si monyet. Gimana yang pecicilan. Dasar monyet (bukan bermaksud kasar, tapi memang monyet). Jadi untungnya gue beli knot-able straps buat kamera gue ini. Sip, langsung cus!

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Nggak banyak sih yang bisa gue ceritakan dari “perjalanan monyet” ini. Monyet-monyetnya memang super hiperaktif, gue nggak banyak kena apes, tapi malah bokap yang sering diisengin mereka. Mungkin doi kena karma suka ngisengin kucing gue di rumah. Apesnya nggak bahaya-bahaya banget kok, pisang yang dia beli langsung abis gitu aja karena direbut satu monyet. Nampaknya monyet tersebut perlu memberi makan anak-anaknya.

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Kalo di Trip Advisor, nama tempat ini disebut Sacred Monkey Sanctuary. Kenapa sacred? Mungkin karena adanya temple di hutan dan berbagai macam arca atau patung di Kawasan wisata ini.

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Hutan ini nggak terlalu besar kok, lagipula kalo lo keliling terus-terusan nggak akan terlalu capek karena tempatnya nyaman dan cozy banget.

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

ubud, monkey, monyet, hutan, forest, sacred monkey forest sanctuary, bali, gianyar, ubud monkey forest, travel, wisata, jalan-jalan, wisata bali, traveling bali,

Jadi setelah selesai menjelajah semua spot-spot di hutan ini, gue sama bokap langsung melanglang buana ke tempat lain lagi. Untungnya kita udah sewa mobil di Nemob, jadi nggak perlu susah-susah cari taksi lagi.

See you on my next destination!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: